Minggu, 27 September 2009

My short stories : Kancing Tanda Persahabatan

Kancing Tanda Persahabatan


Namaku Annisa Rahmawati biasa di panggil Nisa umurku 10 tahun. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakak kakaku semua sudah SMA. Aku punya sahabat dekat namanya Lisa. Dia baik sekali dan selalu membantuku saat aku susah. Aku kenal dengannya saat aku berumur 6 tahun. Tapi sekarang di tak lagi bersamaku karna 3 tahun yang lalu dia pindah ke jakarta mengikuti orang tuanya yang sibuk bekerja. Sekarang aku lebih senang sendiri karna tak ada teman yang sebaik lisa di sekolahku sekarang. Mungkin aku akan berusaha untuk menumui lisa secepat mungkin karna aku kangen ingin bermain lagi dengannya.

* * *

Seminggu yang lalu mamaku membelikan aku baju berkancing berwarana kuning. Warna yang bagus dan terang untukku karna lusanya aku akan pergi ke jakarta menengok papaku yang bekerja di sana.

“Asyik ke Jakarta ma! Wah..sudah lama aku tidak ke Jakarta untuk menengok papa!” kataku dengan girang.

“Oh ya, itu pasti karna hari minggu besok kita gak akan cuma menengok papa tapi papa juga akan memperkenalkan kita sama rekan kerjanya yang telah membantu papa selama ini dalam bekerja.” sahut mama.

“Oke mama! Tapi pasti kita akan ke sana kan?”tanyaku meyakinkan.

“Iah sayang!”

Hore ke jakarta! Sudah tak sabar aku ingin ke sana. Karna jakarta adalah pusat kota bagi indonesia. Banyak yang bilang jakarta kota yang sangat padat tapi bagiku tidak karna disanalah papaku mengais rejeki demi aku.

* * *

Hari minggu pun datang. Selama di perjalanan menuju jakarta hatiku gembira tak terkira. Seperti apa ya papa sekarang? Batinku dalam hati. Yang jelas sehari ini aku benar benar ingin menikmati udara kota jakarta.

Sekitar 3 jam dari Tasikmalaya akhirnya aku sampai di Jakarta. Rumah papa masih seperti dulu, kecil tapi terawat. Papa menyambut kedatangan aku dan mama dengan senang.

“ Akhirnya sampai juga kalian di sini! Capek gak Nisa?” tanya papa.

“Ngak kok pa malah aku menikmati perjalanan.” jawabku girang.

“Iya, dari tadi Nisa selalu tanya, kapan sampai ma?” timpal mama.

“Iya abis dari tadi ngak sampai sampai. Hehe. Oh ya pa kata mama papa mau ngenalin temen papa ya. Kapan pa?”

“Oh iya. Nanti sore kita akan ke rumah pak Joko buat silahturahmi. Soalnya berkat beliau papa bisa punya pekerjaan di sini. Oh ya pak Joko juga punya anak seperti kamu Nisa makanya setiap papa melihat anak pak Joko pasti papa selalu ingat Nisa deh.” jelas papa.

“Wah papa. Asyik dong aku punya temen baru lagi! Hehe” kataku.

“Iyah iyah. Yaudah sekarang kita maka dulu yuk. Tadi papa udah buat makanan di dalam.”

“Ayo ayo.” serbu mama

* * *

Sore pun tiba. Aku bersama mama dan papa pergi ke rumah pak joko yang lumayan jauh dari rumah papa. Sesampainya di sana aku diperkenalkan oleh papa pada pak joko yang baik hati. Kata pak joko aku cantik sekali mengenakan baju warna kuning yang di belikan mama lusa lalu. Lalu, aku di kenalkan pada anak pak Joko bernama Lisa. Awalnya aku tak mengira kalo Lisa ini adalah sahabatku yang sudah 3 tahun aku cari.

“Hai, namaku Nisa.” kataku memperkenalkan diri.

“Hai, namaku Lisa senang ya kita bisa bertemu.”katanya ramah.

“Kamu kelas berapa Lisa? Aku kelas 5.”

“Aku kelas 5 juga. Oh ya, aku juga punya baju yang sama seperti kamu loh warna dan bentuknya pun sama.” katanya.

“ Oh ya, berarti kita sehati dong.” kataku girang.

Saat dia mengeluarkan baju kuningnya, aku teringat sesuatu jangan jangan ini adalah Lisa sahabatku yang kucari selama ini.

“Boleh aku tanya sesuatu Lisa?”

“Iyah silahkan saja.”

“Kamu ingat tidak 4 tahun lalu kamu punya sahabat benama Nisa saat kamu masih di Tasikmalaya?” tanyaku mengingatkan.

“Oh iya dulu aku punya sahabat bernama Nisa tapi sekarang aku tidak berkomunikasi lagi dengannya. Apa jangan jangan kamu Nisa sahabatku ya?”tanyanya ragu.

“Iya aku Nisa yang dulu sering main sama kamu di tasikmalaya. Wah..akhirnya kita bertemu lagi! Sudah 3 tahun aku ingin main lagi sama kamu!”jawabku dengan girang.

“Wah! Gak nyangka kita bisa bertemu lagi. Aku juga ingin main lagi sama kamu lagi Nisa! Maaf ya selama ini aku tidak bisa menghubungimu. Aku sebenarnya juga ingin ke Tasikmalaya lagi. Tapi tidak ada yang mau mengantarku.” katanya sedih.

“Ya sudahlah ngak apa apa yang penting sekarang kita bertemu lagi kan!” seruku meyakinkan.

“Iyah, mulai sekarang kita jangan pisah lagi ya Nisa. Kita main sama sama lagi seperti dulu!” katanya bersemangat.

“Oke! Eh bagaimana kalo kancing baju ini sebagai tanda persahabatan kita untuk selamanya?” tanyaku bersemangat.

“Oke! Lagian kita punya baju yang sama kan!” jawabnya penuh lantang.

“Kita akan bersahabat selamanya! Terima kasih kancing baju warna kuning! Kamu mepertemukan sahabatku! Ha..ha..ha..” teriakku dan lisa bersamaan.

16-04-09 15.52


thank before to read my short stories. rawr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar